Suara Muhammadiyah | Meneguhkan dan Mencerahkan

 

Assalamu’alaikum wr. wb.


Pembaca yang terhormat, akhir-akhir kita semua menyaksikan terjadinya bencana yang beruntun di Tanah Air. Bencana itu sepertinya sambungmenyambung, menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Juga, menutup kesempatan untuk bekerja, belajar dan berusaha. Dari ujung barat Indonesia, Kepulauan Mentawai, bencana ini hadir dalam bentuk gempa disusul tsunami dengan korban jiwa di atas 500 orang. Di ujung timur, di Wasior tempat merajalelanya penebangan pohon hutan yang tidak bertanggung jawab muncullah banjir bandang yang menerjang sekolah, pemukiman dan fasilitas publiklain.


Lalu di tengah-tengah Indonesia, di DIY dan Jawa Tengah pun gunung Merapi mengalami erupsi dan menyemburkan awan panas, pasir panas dan debu vulkanik, ditambah melelehkan lava pijar ke berbagai arah. Korban jiwa berjatuhan, hewanhewan mati dan ribuan pengungsi ada di manamana.


Sementara itu, dikabarkan ada banyak gunung berapi lain mulai menggeliat. Menimbulkan

suasana mencekam. Terasa ada bahaya mengancam dari banyak titik di Tanah Air. Bagaimana sikap kita? Sebagai warga masyarakat yang baik tentu kita peduli, mengulurkan tangan, mengulurkan hati, menolong dan mendampingi pengungsi. Lantas dimana negara beserta para pemimpin negara saat itu? Cepatkah penanganan terhadap para korban bencana ini? Pertanyaan serupa selalu terulang setiap bencana muncul di Tanah Air. Demikianlah, sampai jumpa edisi mendatang.l


Wassalamu’alaikum wr. wb.


SUARA MUHAMMADIYAH 22 / 95 | 16 - 30 NOVEMBER 2010


SAJIAN UTAMA

Selain bencana alam, di mana-mana kita juga menyaksikan terjadi

dan maraknya bencana sosial. Berupa konflik horizontal, konflik

vertikal dengan penggunaan kekerasan sebagai bahasa untuk

menyelesaikan persoalan. Sudah demikian anarkhiskah negeri ini?

BINGKAI

Bagaimana upaya untuk mempertajam dan memperluas gerakan

kemasyarakatan di akar rumput?

TANYA JAWAB AGAMA

Bagaimana posisi perempuan Muslim yang tidak mengenakan

jilbabselama hidupnya?

DIALOG

USMAN HAMID: Hukum Yang Tak Berwibawa Mudah Lahirkan Kekerasan?

Salam Redaksi